Desember 2023 โ Kasane, Botswana
Dalam sidang ke-18 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage (ICH), Kerak Telor resmi dicatatkan dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh UNESCO. Sidang ini dihadiri delegasi dari 72 negara.
Pengumuman itu disambut meriah oleh delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Di balik gemuruh tepuk tangan di ruang sidang Kasane, tersimpan perjalanan panjang bertahun-tahun โ riset, dokumentasi, negosiasi diplomasi budaya, dan advokasi tanpa henti dari komunitas Betawi.
Yang perlu dipahami: pengakuan UNESCO bukan sekadar "gelar" atau "penghargaan." Ini adalah komitmen internasional untuk melindungi, melestarikan, dan mengembangkan Kerak Telor sebagai bagian dari warisan peradaban manusia. Indonesia โ dan secara spesifik masyarakat Betawi โ kini memiliki kewajiban dan hak untuk menjaga keberlangsungan tradisi ini.
"Pengakuan ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kerak Telor bukan hanya milik Betawi โ ia kini milik dunia." โ Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek
Momen ini menempatkan Kerak Telor setara dengan warisan budaya takbenda lain dari seluruh dunia: Wayang Puppet Theatre (Indonesia, 2003), Gamelan (Indonesia, 2021), Pizza Napoletana (Italia, 2017), Washoku Jepang (2013), dan ratusan tradisi lainnya yang diakui keberadaannya sebagai warisan kemanusiaan.