
Museum Nasional Jakarta adalah museum umum tertua, terbesar, dan terlengkap di Indonesia. Terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat โ tepat di sebelah barat Taman Medan Merdeka dan Monas โ museum ini menyimpan lebih dari 141.000 artefak yang mencakup seluruh rentang peradaban Nusantara: dari peninggalan prasejarah, kerajaan Hindu-Buddha, era Islam, kolonial, hingga periode kemerdekaan.
Julukan "Museum Gajah" berasal dari patung gajah perunggu di halaman depan โ hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Siam (Thailand) pada tahun 1871, yang menjadi landmark paling dikenal museum ini.
Museum ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan berfungsi sebagai pusat penelitian, konservasi, dan edukasi arkeologi serta sejarah. Koleksinya mencakup empat kategori besar: prasejarah, arkeologi (Hindu-Buddha), etnografi (kebudayaan suku-suku Nusantara), dan numismatik/heraldik (uang dan medali).
Sejak tahun 2007, museum ini bertambah megah dengan hadirnya Gedung Arca โ bangunan modern tujuh lantai yang menampilkan arca-arca Hindu-Buddha dari seluruh kepulauan dalam ruang pameran ber-AC yang luas dan terang. Kedua gedung, lama dan baru, kini berdiri berdampingan sebagai pintu gerbang menuju perjalanan waktu melintasi ribuan tahun sejarah Indonesia.
Asal-usul Museum Nasional tidak bisa dilepaskan dari Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen โ sebuah perkumpulan ilmiah yang didirikan oleh para pejabat dan ilmuwan Belanda di Batavia pada 24 April 1778. Perkumpulan ini bertujuan memajukan ilmu pengetahuan di wilayah Hindia Belanda, khususnya bidang seni dan ilmu alam.
Pada awalnya, koleksi dipajang di ruang kecil di perpustakaan perkumpulan. Seiring bertambahnya artefak dari berbagai ekspedisi arkeologi ke seluruh Nusantara, dibutuhkan bangunan yang lebih layak โ yang kemudian menjadi cikal bakal Museum Nasional seperti yang kita kenal sekarang.
Patung Gajah Perunggu
Hadiah Raja Chulalongkorn 1871. Tinggi 3,5 meter, menjadi ikon dan penamaan museum.
Gedung Arca Baru
Bangunan 7 lantai (2007) menampilkan ribuan arca dalam ruang modern ber-AC.
Ruang Emas
Koleksi perhiasan emas kuno dari Jawa dan Bali, termasuk mahkota kerajaan.
Batu Prasasti Kuno
Prasasti Mulawarman, Kedukan Bukit, dan puluhan prasasti bersejarah lainnya.



















