Ondel-ondel jantan adalah varian maskulin dari boneka raksasa tradisional Betawi. Dari dua jenis Ondel-ondel yang selalu muncul berpasangan, versi jantan adalah yang lebih menonjol, lebih garang, dan lebih mengesankan secara visual. Ia menjadi "penanggung jawab" utama dalam fungsi penolak bala โ tugas berat yang membutuhkan penampilan sangar.
"Kalau Ondel-ondel betina itu hatinya, yang jantan ini kepalanya. Tanpa kekuatan yang jantan, perlindungan tidak akan pernah terasa nyata." โ H. Syamsuddin, Pembuat Ondel-ondel Setu Babakan
Dalam setiap pertunjukan atau arak-arakan, Ondel-ondel jantal selalu berjalan di depan, memimpin rombongan. Perannya sebagai pelindung utama membuatnya harus tampil dominan โ lebih tinggi (kadang 10โ20 cm lebih tinggi dari betina), lebih berwarna, dan lebih berwibawa. Wajahnya sengaja dibuat menakutkan untuk "menggentar" roh jahat yang diyakini menjadi penyebab malapetaka.
Meskipun terlihat menyeramkan, Ondel-ondel jantan sebenarnya adalah sosok yang melindungi, bukan mengancam. Di balik wajah menggeramnya tersimpan niat baik: menjaga keselamatan kampung, mengawal upacara adat, dan menjadi perisai bagi masyarakat Betawi dari segala bentuk kejahatan โ baik yang nyata maupun gaib.
Wajah Garang
Alis tebal menyala, mata besar menatap tajam, mulut menggeram โ sengaja dibuat menakutkan.
Jambang Hitam
Jambang dan kumis tebal dari sabut kelapa hitam โ identitas utama Ondel-ondel jantan.
Mahkota Megah
Mahkota lebih besar dan tinggi dari versi betina, dihiasi ornamen berkilau.
Dominan Merah
Warna merah dan kuning mendominasi โ simbol keberanian dan kekuasaan.