Ondel-ondel betina adalah versi perempuan dari boneka raksasa tradisional Betawi — berpasangan dengan versi jantan, namun memiliki karakter visual dan makna filosofis yang sangat berbeda dan unik. Jika Ondel-ondel jantan adalah sang pelindung yang garang, maka betina adalah sang penyeimbang yang lembut.
"Tanpa Ondel-ondel betina, pasangan itu tidak lengkap. Ia adalah air yang memadamkan api, malam yang menenangkan siang — keseimbangan itu ada karena ia hadir." — Mamau M. Daeng Manambon, Pewaris Seni Betawi
Ondel-ondel betina memiliki tinggi yang sama dengan versi jantan, sekitar 2 hingga 2,5 meter, namun keseluruhan penampilannya dirancang untuk memancarkan energi feminin: wajah yang lebih halus dan ramah, rambut panjang yang dihias sanggul, pakaian berwarna hijau atau putih yang menenangkan, serta perhiasan berkilau di tangan dan lehernya.
Dalam setiap pertunjukan atau upacara adat, Ondel-ondel betina tidak pernah tampil sendirian. Ia selalu berdampingan dengan pasangan jantannya — berjalan beriringan, mengikuti irama gamelan yang sama, menciptakan duet visual yang memukau: kekuatan di satu sisi, kelembutan di sisi lain.
Warna Hijau Dominan
Melambangkan kesuburan, ketenangan, dan keharmonisan alam.
Penuh Perhiasan
Kalung, gelang, dan bros yang berkilau — kemewahan dalam kesederhanaan.
Wajah Ramah
Senyum tipis, mata teduh, alis lebih tipis — tanpa ekspresi menggeram.
Sanggul & Mahkota
Rambut disanggul tinggi dengan hiasan bunga dan aksesori emas.