
Ondel-ondel adalah boneka raksasa tradisional suku Betawi yang berukuran sekitar 2 hingga 2,5 meter, dibuat dari rangka anyaman bambu, dibalut kertas atau kain, lalu dihiasi ornamen warna-warni dengan wajah berukir megah. Boneka ini biasanya dibawa berjalan oleh satu orang dari dalamnya, menciptakan sosok tinggi besar yang bergerak mengikuti irama gamelan Betawi.
"Ondel-ondel bukan sekadar boneka โ ia adalah roh Jakarta yang berjalan. Di balik wajahnya yang tersenyum, tersimpan keberanian dan ketangguhan orang Betawi." โ Lidya Nurul Hakim, Budayawan Betawi
Nama "Ondel-ondel" berasal dari bahasa Betawi yang merujuk pada sosok besar yang berjalan mondar-mandir. Dalam literasi Belanda kolonial, boneka ini sering disebut barongan atau giant puppet. Beberapa ahli mengaitkan akar katanya dengan kata "wandel" (bahasa Belanda yang berarti "berjalan-jalan") atau "ondel-ondel" yang dalam bahasa Melayu berarti "sesuatu yang bergerak bolak-balik".
Secara visual, Ondel-ondel memiliki ciri khas yang sangat mudah dikenali: wajah bulat besar dengan ekspresi yang bisa menakutkan atau ramah, mahkota atau rambut palsu yang menjulang, pakaian tradisional Betawi berwarna terang (merah, kuning, hijau), dan tangan yang terbuka lebar seolah memberi berkat. Seluruh tubuhnya bergerak mengikuti langkah si pembawa di dalamnya.
Tinggi 2โ2,5 Meter
Cukup tinggi untuk terlihat dari kejauhan saat arak-arakan.
Wajah Berukir
Dibuat dari tanah liat atau sabut, dicat dengan ekspresi khas.
Warna-Warni
Merah, kuning, hijau โ warna cerah simbol keberanian dan kegembiraan.
Dibawa Satu Orang
Pembawa berada di dalam, mengangkat rangka dengan bahunya.