Kerak telor di wajan

Kerak telor adalah jajanan khas suku Betawi yang terbuat dari beras ketan, telur (ayam atau bebek), kelapa parut, ebi (udang kering), dan bumbu rempah, yang dimasak di atas wajan kecil dengan arang kelapa menggunakan teknik khas yang disebut "dibalik".

Nama "kerak" merujuk pada lapisan garing berwarna cokelat keemasan yang terbentuk di permukaan bawah kerak telor ketika dimasak di atas wajan arang โ€” inilah bagian paling digemari oleh penikmatnya.

Berbeda dengan omelet biasa, kerak telor memiliki tekstur unik: bagian bawah renyah dan garing (kerak), sementara bagian atasnya lembut dan sedikit lengket dari ketan yang setengah matang. Rasa gabungannya gurih dari telur dan ebi, manis dari gula merah dan kelapa parut, serta sedikit pedas dari cabai rawit โ€” sebuah perpaduan rasa yang sangat khas dan sulit ditemukan di makanan lain.

Sedangkan Festival Kerak Telor adalah acara tahunan yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melestarikan kuliner Betawi ini. Festival biasanya berlangsung sekitar perayaan Hari Jadi Jakarta pada 22 Juni, dan menjadi ajang bagi puluhan pedagang kerak telor untuk berlomba membuat kerak telor terbaik, sekaligus mengenalkan kuliner ini kepada generasi muda dan wisatawan.